Saat hubungan suami istri berjalan baik, mereka akan berkata "kami pasangan serasi."
Saat serasi mereka suka berduaan, berbicara dengan mudah dan tertawa bersama,
melayani satu sama lain dengan senang hati. Tetapi ketika perselisihan mulai muncul,
mereka menjadi panik dan berpikir "inilah kehancuran pernikahanku, tidak ada lagi
jalan keluar selain cerai."
Keserasian adalah salah satu proses dalam pernikahan. Ini adalah kesatuan yang
di bicarakan Alkitab (Kej.2:24). Karena itu apabila ketidakserasian mulai muncul,
jangan berpikir "inilah kehancuran", tetapi pikirkan ini sebagai kesempatan
membuktikan komitmen sumpah pernikahan di hadapan Tuhan, pendeta, jemaat,
keluarga dan pasangan. Daripada berpikir pada hal-hal negatif, lebih baik berfokus
pada hal-hal positif, "Walaupun aku dan istriku dalam kesulitan, kami memiliki
komitmen yang akan membuat kami berhasil mengatasi ketidakserasian dan kembali
dalam kesatuan." Demikin yang seharusnya kita katakan.
Teladanilah sikap Kaleb dan Hosea bin Nun (Yosua), yang tetap berpikir positif
dalam menyikapi masalah besar yang akan dihadapi bangsa Israel.
Mereka meyakinkan bangsa ini kalau Tuhan sudah menjanjikan Tanah Kanaan akan
menjadi milik mereka, dalam keadaan sesulit apapun janji Tuhan pasti di genapi.
Demikianlah saudaraku, jika kehendak Tuhan pernikahan adalah kesatuan
maka dalam masalah apapun pasti ada jalan keluarnya. Tuhan tidak pernah
merancangkan pernikahan untuk di hancurkan.
Saat serasi mereka suka berduaan, berbicara dengan mudah dan tertawa bersama,
melayani satu sama lain dengan senang hati. Tetapi ketika perselisihan mulai muncul,
mereka menjadi panik dan berpikir "inilah kehancuran pernikahanku, tidak ada lagi
jalan keluar selain cerai."
Keserasian adalah salah satu proses dalam pernikahan. Ini adalah kesatuan yang
di bicarakan Alkitab (Kej.2:24). Karena itu apabila ketidakserasian mulai muncul,
jangan berpikir "inilah kehancuran", tetapi pikirkan ini sebagai kesempatan
membuktikan komitmen sumpah pernikahan di hadapan Tuhan, pendeta, jemaat,
keluarga dan pasangan. Daripada berpikir pada hal-hal negatif, lebih baik berfokus
pada hal-hal positif, "Walaupun aku dan istriku dalam kesulitan, kami memiliki
komitmen yang akan membuat kami berhasil mengatasi ketidakserasian dan kembali
dalam kesatuan." Demikin yang seharusnya kita katakan.
Teladanilah sikap Kaleb dan Hosea bin Nun (Yosua), yang tetap berpikir positif
dalam menyikapi masalah besar yang akan dihadapi bangsa Israel.
Mereka meyakinkan bangsa ini kalau Tuhan sudah menjanjikan Tanah Kanaan akan
menjadi milik mereka, dalam keadaan sesulit apapun janji Tuhan pasti di genapi.
Demikianlah saudaraku, jika kehendak Tuhan pernikahan adalah kesatuan
maka dalam masalah apapun pasti ada jalan keluarnya. Tuhan tidak pernah
merancangkan pernikahan untuk di hancurkan.


.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar