Jumat, 08 Juni 2012

RUMAH YANG MENYENANGKAN

Rumah bukanlah 'medan pertempuran' antara suami istri, orang tua anak atau anak
dengan anak. Tetapi rumah adalah tempat persekutuan kasih dan kemesraan.
Dalam suasana kekeluargaan dan keramahan, anak-anak dapat berkembang dan
bertumbuh dengan baik. Anak-anak yang lebih betah berada di luar rumah,
salah satu alasannya karena mereka tidak mendapatkan kedamaian di rumah.
Mereka kesepian karena orang tua yang lebih menaruh perhatian lebih pada
pekerjaan dibandingkan kepada mereka.
       Pengalaman keluarga Ishak dapat kita jadikan pelajaran berharga mengenai
rumah sebagai medan pertempuran. Sikap Ishak dan Ribka dalam memandang
kedua anak kembarnya, yaitu Esau menjadi anak ayah dan Yakub menjadi anak ibu,
hampir membawa pertumpahan darah antar saudara. Yakub menjadi seorang penipu
karena menipu dan mencuri berkat kesulungan Esau, dan Esau hendak membunuh
adiknya.
      Dari pengalaman keluarga Ishak, kita kita melihat betapa berbahayanya rumah
yang dijadikan medan pertempuran. Karena itu usahakan kita menciptakan rumah
yang kita tinggali bersama istri dan anak-anak menjadi rumah yang menyenangkan,
dimana penghuninya hidup saling mengasihi dan saling menghormati.
       Saudaraku, suasana rumah yang menyenangkan akan kita alami jika Yesus
hadir dan bertahta sebagai Raja dalam keluarga kita. Ketika Yesus menjadi Raja
dalam keluarga kita maka setiap masalah apapun baik antar suami dan istri,
orang tua dan anak, maupun anak dengan anak akan diselesaikan
dengan baik, penuh damai dan sukacita.

0 komentar:

Posting Komentar